Komitmen SMAN 1 Puncu dalam membangun budaya sekolah yang religius kembali mendapatkan apresiasi. Setelah melalui rangkaian visitasi Sekolah Berbudaya Religi (SBR), SMAN 1 Puncu berhasil meraih Harapan 1 Sekolah Berbudaya Religi (SBR) tingkat SMA/SMK Kabupaten Kediri. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan sekolah dalam meneguhkan nilai-nilai religius melalui berbagai pembiasaan dan program yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah. Budaya religi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui pembiasaan, penguatan karakter, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan religius di lingkungan sekolah.
Salah satu program unggulan yang menjadi bagian dari penguatan budaya religi di SMAN 1 Puncu adalah Q-SMART (Qur’an Smart Mastery and Reciting Training). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan murid dalam membaca dan memahami Al-Qur’an melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Melalui Q-SMART, kemampuan membaca Al-Qur’an murid dipetakan sehingga pembinaan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing. Program tersebut juga diperkuat dengan kegiatan Tahsin, Tutor Sebaya, serta Khatmil Qur’an, sehingga pembelajaran Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan religius di lingkungan sekolah.
Selain Q-SMART, SMAN 1 Puncu juga mengembangkan digitalisasi presensi ibadah sebagai bagian dari inovasi dalam membangun budaya ibadah. Pemanfaatan teknologi tersebut mendukung pemantauan dan pembiasaan pelaksanaan salat murid secara lebih terstruktur. Penguatan budaya religi juga diwujudkan melalui keberadaan Laboratorium Pendidikan Agama Islam (PAI). Fasilitas ini menjadi ruang pembelajaran yang mendukung pelaksanaan pendidikan agama Islam secara lebih kontekstual dan aplikatif, sehingga murid tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik keagamaan.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya SMAN 1 Puncu menghadirkan ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan iman, karakter, pembelajaran, dan teknologi. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa budaya religi dapat tumbuh melalui program yang terencana, konsisten, dan melibatkan seluruh warga sekolah. Kepala SMAN 1 Puncu, Jawari Muslim, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah capaian, tetapi menjadi penyemangat seluruh warga sekolah untuk terus menghadirkan pembiasaan dan inovasi keagamaan yang berdampak bagi kehidupan murid. Semangat tersebut juga sejalan dengan pesan Dr. H. Moh.Amak Burhanuddin, S.Ag., M.Pd.I., yang mendorong SMAN 1 Puncu untuk terus bersemangat dalam membangun dan mengembangkan budaya religi. Pesan tersebut menjadi penguat agar capaian yang telah diraih dapat dilanjutkan dengan program-program yang semakin konsisten, inovatif, dan berkelanjutan.
Dibalik capaian tersebut, tentunya terdapat kerja bersama Tim SBR SMAN 1 Puncu yang solid. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh anggota tim yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan SBR hingga pelaksanaan visitasi. Tim SBR yang dinahkodai oleh Ali Mansur, S.Pd., menjadi salah satu penggerak dalam mengoordinasikan berbagai program dan persiapan sekolah. Kekompakan dan kolaborasi tim menjadi bagian penting dalam menghadirkan berbagai praktik budaya religi yang akhirnya mendapatkan apresiasi melalui raihan Harapan 1 SBR tingkat SMA/SMK Kabupaten Kediri.
Capaian ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus melangkah. SMAN 1 Puncu berkomitmen untuk menjaga semangat membangun budaya religi melalui pembiasaan, keteladanan, inovasi, dan kolaborasi seluruh warga sekolah. Harapan 1 bukanlah akhir perjalanan, melainkan pengingat bahwa budaya religi perlu terus dihidupkan, dirawat, dan diwariskan menjadi karakter yang melekat dalam keseharian warga SMAN 1 Puncu.