Suasana penuh semangat menyelimuti SMAN 1 Puncu saat Pramuka menggelar Penerimaan Warga Ambalan (PWA) Laskar Pamunkkas pada 2–3 Oktober 2026. Mengusung tema “Berani Melangkah, Siap Berbakti”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat arti keberanian, kebersamaan, tanggung jawab, dan pengabdian. Bukan sekadar penerimaan anggota baru, PWA menjadi ruang untuk menempa karakter. Di sinilah keberanian diuji, solidaritas dibangun, dan semangat berproses mulai ditanamkan.
Rangkaian kegiatan dibuka melalui upacara pembukaan yang berlangsung dalam suasana api unggun. Nyala api yang menerangi malam menjadi simbol semangat yang diharapkan terus menyala dalam diri setiap peserta. Hangatnya api unggun juga seolah menjadi penanda bahwa perjalanan baru sebagai bagian dari keluarga besar Laskar Pamunkkas resmi dimulai. Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Debi Herdiansyah selaku Pembina Pramuka Putra, mengajak para peserta untuk tidak takut mengambil langkah. Menurutnya, setiap proses dalam Pramuka adalah kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih berani, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan tema kegiatan. Sebab, menjadi bagian dari ambalan bukan hanya tentang seragam, atribut, ataupun kegiatan di lapangan. Lebih dari itu, ada nilai yang harus dibawa dalam keseharian: berani mengambil peran dan siap memberikan manfaat.
Usai pembukaan, suasana berganti menjadi lebih semarak melalui pentas seni. Kreativitas peserta tumpah dalam berbagai penampilan. Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorak dukungan berpadu menjadi satu, menciptakan malam yang penuh keakraban. Namun, ketika malam semakin larut, suasana pun berubah. Peserta diajak memasuki sesi renungan. Dalam suasana hening dan penuh refleksi, mereka diajak sejenak berhenti dari hiruk-pikuk kegiatan untuk melihat kembali perjalanan diri, menyadari kekurangan, menghargai perjuangan, serta menyiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dari riuh pentas seni menuju heningnya renungan, peserta kembali diajak menghadapi tantangan melalui jerit malam. Keberanian, ketenangan, kerja sama, dan kekompakan menjadi bekal utama untuk menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan. Jerit malam bukan sekadar tentang berani berada dalam suasana gelap. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan bahwa dalam menghadapi tantangan, seseorang membutuhkan keberanian untuk melangkah dan teman untuk berjalan bersama.
Adanya kegiatan Penerimaan Warga Ambalan Tahun 2026, Fitria Arifa Dewi selaku Pembina Pramuka Putri, berharap agar kegiatan tersebut menjadi titik awal lahirnya generasi baru Laskar Pamunkkas yang memiliki karakter kuat dan jiwa pengabdian yang tinggi, sehingga para peserta tidak hanya tumbuh menjadi anggota Pramuka yang aktif, tetapi juga menjadi pribadi yang berani mengambil peran, mampu menghadapi tantangan, menjunjung tinggi kebersamaan, serta siap memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, dan lingkungan di sekitarnya.
Dua hari pelaksanaan PWA akhirnya bukan hanya meninggalkan lelah, tetapi juga cerita dan pengalaman. Ada keberanian yang tumbuh, ada kebersamaan yang semakin kuat, dan ada tanggung jawab baru yang mulai dipikul. Berani melangkah berarti siap menghadapi tantangan. Siap berbakti berarti bersedia memberikan manfaat. Dari SMAN 1 Puncu, langkah baru Laskar Pamunkkas dimulai. Bukan untuk sekadar menjadi anggota, tetapi untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, tangguh, kompak, dan siap mengabdi.
Berani Melangkah, Siap Berbakti.
Karena setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil—dan malam itu, langkah tersebut telah dimulai oleh para calon Laskar Pamunkkas.